Saat ini saya sedang menahan diri sekuat tenaga untuk tidak men-dial nomor telepon kamu
untuk tidak berbicara denganmu meski sungguh saya ingin mendengar suaramu
Saat ini saya sedang menahan diri sekuat tenaga untuk tidak membuka fitur pesan di handphone saya
untuk tidak mengetik sebuah pesan singkat bahkan sekedar kata "hai" yang kemudian saya kirimkan ke kamu
Saat ini saya sedang menahan diri sekuat tenaga untuk tidak menulis sesuatu di dinding profil facebook-mu
Saat ini saya sedang menahan diri sekuat tenaga untuk tidak mengecek timeline twitter kamu yang kemudian akan mendorong saya untuk me-mention kamu
Saat ini saya sedang menahan diri sekuat tenaga untuk tidak membuka kontak whatsapp kamu dan menekan tuts-tuts layar sentuh telepon seluler saya lalu menekan tombol send
Saat ini saya sedang membuat entri baru di blog saya, mencoba menumpahkan segalanya melalui sebuah tulisan
Saat ini saya sedang berharap ketika saya mem-publish tulisan ini kamu akan membacanya dan menyadari semua huruf-huruf yang terangkai saya ciptakan untuk kamu
Ya, KAMU!
Kamu yang sudah memberantaki pikiran saya akan halusinasi tentangmu
You drive me crazy, boy!
You drive me crazy like hell
I just want you to know that
I just need a shoulder to cry on, and I want yours
I just need someone to talk, and it's you
You,,,
with ♥
hanun
Tampilkan postingan dengan label love life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love life. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 Oktober 2011
Kamis, 11 November 2010
Pacar, Calon Suami, Jodoh?
Bermula dari sindiran-sindiran yang dilontarkan kepada saya yang intinya "makanya punya pacar dong biar bisa minta ini-itu". Dari dulu saya gak pernah mempermasalahkan kalo ada orang yang bilang kayak gitu, tapi gak tau kenapa sekarang saya kok rasanya agak terganggu yaa dengan kalimat seperti itu. Mungkin karena dalam waktu kurang dari 24jam ada dua orang yang mengatakan itu kepada saya makanya saya sedikit terusik.
Duh,emang penting banget ya punya pacar? Emang pacar itu segala-galanya ya?? Oke oke, mungkin buat mereka para pecinta-yang-punya-pacar-dan-selalu-asyik-dengan-pacarnya akan teriak "YAA PENTING DONG, lo norak banget deh nanyain hal kayak gini", mungkin mereka juga teriak sambil nimpukin saya pake apa gitu. Hm..sepertinya saya mulai berlebihan,baiklah balik ke topik semula, emang penting yaa punya pacar?? Emang sih punya pacar itu enak, ada yang merhatiin kita,yang sayang sama kita, yang bisa menjaga kita, yang mungkin atau bahkan akan selalu ada setiap saat untuk kita, dan banyak hal manis lainnya. Tapi saya punya orang tua, adek,keluarga dan sahabat-sahabat yang selalu merhatiin dan sayang sama saya, apakah adanya mereka belum cukup? Saya juga punya Tuhan yang selalu menjaga saya setiap saat, 24 jam full, lebih setia dari pada seorang pacar.
Terus kenapa orang-orang pada ribut dengan status saya yang jomblo,yang belum punya pacar? hah! Saya nyaman aja tuh. Kenapa mereka yang harus repot? Apa karena umur saya yang udah 20? Di mana di umur 20 kita harus udah punya pacar, udah punya calon suami, gitu?? Ahh,,sudahlah,saya tidak mengerti dan semakin banyak mengapa di otak saya sehingga saya pusing sendiri jadinya!
Terlepas dari itu semua,bukannya saya gak mau punya pacar, ya sebagai manusia normal tentunya saya juga punya keinginan seperti itu. Punya seseorang yang bisa merhatiin saya, sayang saya, bisa menjaga saya, pokoknya teman berbagi selain keluarga dan sahabat. Saya juga kadang suka iri kok sama teman saya yang kayaknya asyik banget sama pacarnya. Tapi saya gak ngoyo buat punya pacar. Semuanya saya jalani saja, tentunya tidak sambil berdiam diri berpangku tangan. Saya juga usaha kok, yaa ngeceng-ngeceng mah saya juga suka kok. Yaa..mungkin emang belum waktunya aja kali yaa. Yaudahlahyaaa..gak usah dipikirin juga. Kan kata Kahlil Gibran juga "Lebih baik menunggu orang yang tepat daripada berjalan dengan orang yang ada". Walaupun saya -kita semua- tidak ada yang tau kapan orang yang tepat itu akan datang, tapi saya percaya akan ada masanya,suatu hari nanti.
Dan saya sangat percaya bahwa Tuhan sedang mempersiapkan seseorang sebagai jodoh saya. Dia sedang memilihkan untuk saya yang terbaik dari yang paling baik. Semuanya pasti akan indah pada waktu yang tepat, dengan orang yang tepat dan dengan alasan yang tepat
Saya sedang menunggu masa itu :')
with ♥
hanun
Duh,emang penting banget ya punya pacar? Emang pacar itu segala-galanya ya?? Oke oke, mungkin buat mereka para pecinta-yang-punya-pacar-dan-selalu-asyik-dengan-pacarnya akan teriak "YAA PENTING DONG, lo norak banget deh nanyain hal kayak gini", mungkin mereka juga teriak sambil nimpukin saya pake apa gitu. Hm..sepertinya saya mulai berlebihan,baiklah balik ke topik semula, emang penting yaa punya pacar?? Emang sih punya pacar itu enak, ada yang merhatiin kita,yang sayang sama kita, yang bisa menjaga kita, yang mungkin atau bahkan akan selalu ada setiap saat untuk kita, dan banyak hal manis lainnya. Tapi saya punya orang tua, adek,keluarga dan sahabat-sahabat yang selalu merhatiin dan sayang sama saya, apakah adanya mereka belum cukup? Saya juga punya Tuhan yang selalu menjaga saya setiap saat, 24 jam full, lebih setia dari pada seorang pacar.
Terus kenapa orang-orang pada ribut dengan status saya yang jomblo,yang belum punya pacar? hah! Saya nyaman aja tuh. Kenapa mereka yang harus repot? Apa karena umur saya yang udah 20? Di mana di umur 20 kita harus udah punya pacar, udah punya calon suami, gitu?? Ahh,,sudahlah,saya tidak mengerti dan semakin banyak mengapa di otak saya sehingga saya pusing sendiri jadinya!
Terlepas dari itu semua,bukannya saya gak mau punya pacar, ya sebagai manusia normal tentunya saya juga punya keinginan seperti itu. Punya seseorang yang bisa merhatiin saya, sayang saya, bisa menjaga saya, pokoknya teman berbagi selain keluarga dan sahabat. Saya juga kadang suka iri kok sama teman saya yang kayaknya asyik banget sama pacarnya. Tapi saya gak ngoyo buat punya pacar. Semuanya saya jalani saja, tentunya tidak sambil berdiam diri berpangku tangan. Saya juga usaha kok, yaa ngeceng-ngeceng mah saya juga suka kok. Yaa..mungkin emang belum waktunya aja kali yaa. Yaudahlahyaaa..gak usah dipikirin juga. Kan kata Kahlil Gibran juga "Lebih baik menunggu orang yang tepat daripada berjalan dengan orang yang ada". Walaupun saya -kita semua- tidak ada yang tau kapan orang yang tepat itu akan datang, tapi saya percaya akan ada masanya,suatu hari nanti.
Dan saya sangat percaya bahwa Tuhan sedang mempersiapkan seseorang sebagai jodoh saya. Dia sedang memilihkan untuk saya yang terbaik dari yang paling baik. Semuanya pasti akan indah pada waktu yang tepat, dengan orang yang tepat dan dengan alasan yang tepat
Saya sedang menunggu masa itu :')
with ♥
hanun
Kamis, 16 September 2010
Unsaid Feeling


jatuh cinta diam-diam bukan hal yang aneh lagi bagi gue. yaa, jatuh cinta tapi gue gak pernah mengungkapkan kepada orang yang gue cintai tentang apa yang gue rasa. lo pernah merasakannya??
hmm...sebenernya bukannya gue gak mau mengungkapkan,pastilah gue mau banget buat mengungkapkan perasaan gue, biar dia tau, biar gue gak terus-terusan memendam dalam hati. gak enak banget deh memendam sesuatu yang selalu berteriak dalam hati lo! tersiksa mamen! tapi gue mikir lagi, kalo gue ungkapkan, padahal dia gak punya perasaan yang sama -dan kayaknya cinta gue emang hampir semuanya bertepuk sebelah tangan. poor you, hanun!- gue takutnya malah mengubah keadaan yang ada.
misalnya nih ya, yang tadinya dekat, terus karena gue mengungkapkan perasaan gue, kita jadi canggung -gue sih sebenernya yang canggung.haha-, terus kita jadi jauh deh. kan gak enak banget tuh, udah mah cintanya bertepuk sebelah tangan, ehh hubungannya juga malah menjauh. mati ajalah kalo kayak gitu mah *yayayaya, gue tau gue terlalu lebay*
banyak yang bilang kalo lo suka sama seseorang lo harus mengungkapkannya. ngemeng! buat kalian yang jalan cintanya mulus-mulus aja sih mungkin gampang buat melakukan hal itu. tapi buat gue yang jalan ceritanya berliku-liku dan hampir semuanya turunan, susah tau buat bilang 3 kata sakti, "AKU SUKA KAMU". dan gue orang yang timur asli, di mana menurut gue merupakan hal tabu saat cewek mengungkapkan perasaannya duluan.
yaah intinya sih, alasan kenapa gue lebih suka mencintai diam-diam karena gue takut saat gue mengungkapkan perasaan gue, gue takut malah kehilangan orang yang gue cintai itu. so far, i enjoy that unsaid feeling, i keep it from him and sometime from my fellas too. although i always crying over and over again, feel lonely and pathetic, but it's not an awkward thing for me
sometimes, some things are better left unsaid
with ♥
hanun
Kamis, 12 Agustus 2010
Sahabat Jadi Cinta
Kuhantarkan bak di pelataran
Hati yang temaran
Matamu juga mata mataku
Ada hasrat yang mungkin terlarang
Hati yang temaran
Matamu juga mata mataku
Ada hasrat yang mungkin terlarang
Satu kata yang sulit terucap
Hingga batinku tersiksa
Tuhan tolong aku jelaskanlah
Perasaanku berubah jadi cinta
Tak bisa hatiku merafikan cinta
Karena cinta tersirat bukan tersurat
Meski bibirku terus berkata tidak
Mataku terus pancarkan sinarnya
Kudapati diri makin tersesat
Saat kita bersama
Desah nafas yang tak bisa truskan
persahabatan jadi cinta
Apa yang kita kini tengah rasakan
Mengapakah kita coba persatukan
Mungkin cobaan untuk persahabatan
Atau mungkin sebuah takdir Tuhan
Gak tau kenapa tiba-tiba ingin nulis tentang "Sahabat Jadi Cinta". Mungkin udah gak aneh lagi buat kita kalo ada dua orang yang udah lama bersahabat tiba-tiba saling jatuh cinta..
Hmm..jujur gue juga pernah suka sama sahabat gue sendiri. And you know what? Gak enak banget tau! You know that you love him, but you must keep it inside although it's shouting loud in your heart..
Dan menurut gue, tidak ada persahabatan yang murni antara perempuan dan laki-laki. Kenapa demikian? Karena salah satunya pasti memiliki rasa suka. Emang sih belum ada penelitian atau mungkin juga gak akan ada yang mau meneliti, tapi gue percaya kalo antara cewek dan cowok bersahabat pasti gak akan cuma bersahabat. Atau dengan kata lain bersahabat plus-plus. Haha. Sotoy abis deh gue! :D
Wajar aja sih kalo bisa jatuh cinta sama sahabat sendiri. Mungkin selama bersahabat kita udah comfort dengan dia. Kalo ada apa-apa, minta tolongnya sama dia. Nah, dari sini bisa
menimbulkan rasa ketergantungan. Dan menempatkan dia di posisi pertama dalam hidup kita.Dan bukan hal mudah ketika kita menyadari kalo ternyata kita mencintai sahabat sendiri. Biasanya kita hanya menyimpannya sendiri karena kita takut jika sang sahabat mengetahuinya maka ia akan marah atau bahkan malah meninggalkan kita. Yaa.. kita takut kehilangan sahabat hanya karena kita mencintainya. Jika ternyata cinta kita tidak bertepuk sebelah tangan, sahabat pun ternyata mencintai kita juga, bisa jadi kita memutuskan untuk berpacaran dengan si sahabat. Beruntung kalo hubungan itu bertahan lama dan hanya maut yang memisahkan *idih, serem banget yaa bahasa gue?*. Tapi kalo ternyata hubungan itu gak bertahan lama, percayalah ketika kita putus tidak mudah untuk menjalin persahabatan seperti sebelumnya. Justru kebanyakan malah jadi musuhan. Gak percaya? coba deh tanya sama orang-orang terdekat kamu yang pernah mengalami "Sahabat Jadi Cinta", insya Allah sebagian besar jawabannya sama seperti yang gue tulis.. :p
follow my twitter @HalidaHanun
xoxo
xoxo
Love
-nun-
Sepotong Rindu untuk dia-yang-namanya-tak-boleh-disebut

Entah kenapa beberapa hari ini aku teringat lagi akan kenangan itu
Kenangan yang sebenarnya ingin aku lupakan
Namun selalu gagal untuk dilakukan
Tak ingin lagi melihat ke belakang
Tak ingin lagi mengingat masa lalu
Semuanya telah usai
Tak perlu diungkit kembali
Biar saja mengendap di dasar hati
Inginku seperti itu
Namun melakukan selalu tak semudah berbicara
Terkadang lelah..
Dan ketika sampai di titik jenuh
Ada rasa yang membuncah
Rindu...
Sepotong rindu untuk kamu yang tak bisa ku sebut namanya
Maaf, rasa itu masih tertinggal di sini..
LoveKenangan yang sebenarnya ingin aku lupakan
Namun selalu gagal untuk dilakukan
Tak ingin lagi melihat ke belakang
Tak ingin lagi mengingat masa lalu
Semuanya telah usai
Tak perlu diungkit kembali
Biar saja mengendap di dasar hati
Inginku seperti itu
Namun melakukan selalu tak semudah berbicara
Terkadang lelah..
Dan ketika sampai di titik jenuh
Ada rasa yang membuncah
Rindu...
Sepotong rindu untuk kamu yang tak bisa ku sebut namanya
Maaf, rasa itu masih tertinggal di sini..
-nun-
Jumat, 23 Juli 2010
Hanya Sebatas Punggung
"Aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya mampu ku gapai sebatas punggungnya saja. seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan pernah kumiliki keutuhannya. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa."
(Dee, Recto Verso, Hanya Isyarat)
pernah gak kalian merasakan hal yang sama seperti keadaan di atas? gue pernah! 2 kali malah! hmm...miris rasanya ketika kamu hanya mampu menatap punggung orang yang kamu cintai.(Dee, Recto Verso, Hanya Isyarat)
----------------------------------------------------------------------------------------------------
jadi ceritanya gue suka sama cowok, tapi as usual cinta gue bertepuk sebelah tangan. dan karena kita ini orang timur, gue pun menjunjung tinggi prinsip 'kalo cewek itu tabu buat ngatain cinta duluan' -atau mungkin gengsi gue yang terlalu gede?-. ya gimana gue mau bilang cinta, kalo ternyata orang yang gue cintai datar-datar aja dan gak punya rasa sama sekali ke gue! yang ada kalo gue bilang cinta, gue yang tengsin abis deh,iya gak? *btw,buat yang gak tau tengsin itu apa, tengsin=malu*. alhasil gue cuma bisa mencintai mereka secara diam-diam.
balik lagi ke masalah 'hanya sebatas punggung'! gue mau sedikit bercerita tentang pengalaman gue. tapi sebelumnya gue mau bilang, gak perlulah yaa kalian tau latar belakang pengalaman gue ini secara mendetail, atau siapa cowok yang akan gue ceritain. cukup fokus aja sama apa yang gue rasain saat gue memiliki "hanya sebatas punggung".
cerita pertama: kejadiannya pas gue dapet pelajaran olahraga dan disuruh lari di lapangan. saat itu pas gue lagi lari,entah putaran yang ke berapa, cowok itu -sebut aja A-, menyalip gue dan secara otomatis berlari di depan gue. nah, karena mencoba untuk menyusul si A dengan sekuat tenaga. tapi karena gue emang lemot dalam hal olahraga, gak bisalah gue nyusul dia. saat itu juga gue beranggapan kalo gue emang gak akan pernah bisa memiliki dia, bahkan untuk memegangnya pun gue gak bisa! padahal dia hanya berjarak 1 meter di depan gue!
cerita kedua: hmm..bingung mau cerita darimana. kalo yang ini cowoknya berbeda dengan cowok yang udah diceritain di atas. kita sebut aja cowok ini si B. ceritanya waktu itu kita cuma dipisahkan jarak 50cm dengan posisi gue ada di belakang dia. dan gue tetep gak berani buat megang atau nepuk pundak dia sekalipun. gue sedih banget -lebih ke arah miris sih sebenarnya-, dalam jarak sedekat itupun gue tetep gak bisa memegang/memiliki orang yang gue suka :"(
tapi yaudahlah, mungkin saat itu saya terasa bahagia walau memiliki hanya sebatas punggungnya saja. dan ya allah, tolong jangan biarkan saya mengalami hal ini lagi. untuk selanjutnya, ijinkanlah saya memilikinya secara utuh, saya sudah bosan dengan punggung-punggung itu...
Love
-nun-
Kamis, 15 April 2010
I'M HAPPY WITHOUT YOU!
kenapa gue harus terikat dengan bayang-bayang dia? kenapa gue mikirin dia? padahal dia mungkin aja gak pernah mikirin gue. dulu sebelum ada dia, gue baik-baik aja tuh. gak pernah sedih, gak pernah nangis, gak ada yang bikin dada ini sesak, dan yang terpenting gak pernah makan ati! tapi setelah dia datang semua itu gue rasain dalam satu waktu. perih banget!
yaa.. gue tau mungkin alasan dia gak bisa nerima gue 'as his GF' karena prinsip dia yang gak mau pacaran dulu atau apalah itu -gue gak ngerti-. yaah,darisitu gue mulai sadar kayaknya emang kita beda prinsip. dan bukan dalam hal tadi aja, mungkin hampir dalam semua hal kita emang beda prinsip.
awalnya mungkin susah buat gue lepas dari bayang-bayang dia. tapi selama hampir 3 minggu ini membuktikan kalo gue udah bisa lepas dari bayang-bayang dia. yaah, selama 3 minggu ini gue gak pernah buka profil facebook dan plurk dia. bahkan liat komentar di statusnya aja gak pernah. gue bener-bener udah gak mau tau lagi urusan dia. dan gue juga udah gak mau berharap lagi, walaupun hanya sekedar untuk ketemu.
gue udah bener-bener ilfeel banget deh. dan maap kalo sekarang gue malah jadi benci sama kamu. tapi kamu sendiri yang bikin gue jadi kayak gini.
sekarang gue gak mau liat ke belakang lagi. forget all of memories about him. i'm lucky cause free of you! dulu tanpa dia hidup gue baik-baik aja. sekarang kenapa gak bisa? toh sama-sama tanpa dia kan? haha...
yaa.. gue tau mungkin alasan dia gak bisa nerima gue 'as his GF' karena prinsip dia yang gak mau pacaran dulu atau apalah itu -gue gak ngerti-. yaah,darisitu gue mulai sadar kayaknya emang kita beda prinsip. dan bukan dalam hal tadi aja, mungkin hampir dalam semua hal kita emang beda prinsip.
awalnya mungkin susah buat gue lepas dari bayang-bayang dia. tapi selama hampir 3 minggu ini membuktikan kalo gue udah bisa lepas dari bayang-bayang dia. yaah, selama 3 minggu ini gue gak pernah buka profil facebook dan plurk dia. bahkan liat komentar di statusnya aja gak pernah. gue bener-bener udah gak mau tau lagi urusan dia. dan gue juga udah gak mau berharap lagi, walaupun hanya sekedar untuk ketemu.
gue udah bener-bener ilfeel banget deh. dan maap kalo sekarang gue malah jadi benci sama kamu. tapi kamu sendiri yang bikin gue jadi kayak gini.
sekarang gue gak mau liat ke belakang lagi. forget all of memories about him. i'm lucky cause free of you! dulu tanpa dia hidup gue baik-baik aja. sekarang kenapa gak bisa? toh sama-sama tanpa dia kan? haha...
I'M FREE
AND
I'M VERY HAPPY WITHOUT YOU
AND
I'M VERY HAPPY WITHOUT YOU
Love
-nun-
-nun-
Langganan:
Postingan (Atom)
