Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 April 2017

[Resensi] Some Kind of Wonderful



Judul: Some Kind of Wonderful

Penulis: Winna Efendi

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Harga: Rp 79.000,-

Tebal: 360 halaman









Mulanya aku cukup kaget ketika tahu mbak Winna mengeluarkan buku di penerbit lain. Untungnya buku tersebut masuk di lini metropop, jenis buku kesukaanku. Aku membaca ini tanpa ekspektasi apapun. Hanya berbekal nama besar Winna Efendi yang sudah aku yakini kualitas tulisannya.

Characters
Liam Kendrick
Seorang lelaki yang berhasil mewujudkan mimpinya untuk menjadi chef terkenal. Kini ia sukses menjadi koki terkenal di Sydney yang memliki acara masak sendiri di stasiun televisi nasional. Suksesnya karier Liam, sayangnya tidak diikuti dengan suksesnya percintaan Liam. Liam harus rela melepaskan seorang yang dicintainya. Someone he loves but he can never and will never have.

Aurora Handitama
Yang lebih dikenal dengan Rory. Wanita yang bekerja di kedai kopi, juga sebagai pelayan dan salah satu pengisi acara anak yang ditayangkan oleh stasiun televisi Network Eleven. Rory terpaksa mengambil banyak pekerjaan untuk melunasi hutang-hutang yang ia miliki. Selain itu, ia juga butuh membuat pikirannya selalu sibuk agar tidak teringat akan rasa kehilangan dua orang yang paling ia kasihi. Karena rasa kehilangan itu juga Rory akhirnya harus rela membuang impiannya jauh-jauh.


Senin, 17 Oktober 2016

[Resensi] Matahari

Judul: Matahari

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Harga: Rp88.000,00

Tebal: 400 halaman









Sepulangnya dari klan Matahari, Raib, Seli, dan Ali kembali menjalani aktivitasnya dengan normal. Mereka kembali disibukkan dengan kegiatan sekolah, layaknya siswa pada umumnya. Yang sedikit berbeda dengan siswa lainnya, adalah apa yang dibaca oleh mereka bertiga. Jika siswa lain sibuk membaca buku teks, mereka justru membaca virtual book yang berada di dalam tabung kecil pemberian Av sesaat sebelum mereka kembali ke Bumi.

Namun seperti kita tahu, hidup selalu memberi kejutan yang tidak terduga. Diawali dengan masuknya Ali menjadi tim inti basket sekolah. Ali yang tidak pernah terlihat memegang bola basket dan selalu dianggap remeh oleh guru dan teman-temannya, tentu sebuah kejutan besar dan perlu dipertanyakan ketika ia mampu membawa tim basket sekolah ke babak final. Keanehan selanjutnya adalah kapsul terbang buatan Ali. Berkat tabung kecil dari Av, Ali mengetahui teknologi dan kekuatan yang dimiliki oleh klan Bulan dan Matahari. Ali kemudian menggabungkan dua kekuatan itu dan mengaplikasikannya pada kapsul ciptaannya. Masih berbekal tabung kecil dari Av, Ali bisa memprediksi letak klan Bintang yang selama ini misterius dan dianggap hanya sekadar legenda. Ali percaya kapsul buatannya mampu mencapai klan Bintang. Maka berbekal dengan rasa ingin tahu dan jiwa petualang khas anak remaja, Raib,Ali dan Seli berangkat menuju klan Bintang.

Jumat, 23 Oktober 2015

[Resensi] Broken Vow

Judul: broken Vow

Penulis: Yuris Afrizal

Penerbit: Stiletto Book

Tebal: 270 halaman

Harga: Rp 52.000,-


Ungkapan "Rumput tetangga memang lebih hijau"ini harusnya perlu ditambahkan "Hijau karena rumput alami atau rumput sintetis?" Sering kali kita iri pada kehidupan orang lain yang kita anggap sempurna, padahal siapa yang tahu di baliknya ada luka yang berusaha disembunyikan? 

Minggu, 09 Agustus 2015

[Resensi] Sunset Holiday

Judul: Sunset Holiday

Penulis: Nina Ardianti &; Mahir Pradana

Penerbit: Gagasmedia

Tebal: 480 halaman

Harga: Rp. 69.500,-















"We are all strangers until we meet."

Audy dan Ibi, dua orang asing yang dipertemukan di tempat asing pula, yaitu Paris. Audy yang sedang melakukan Eurotrip, saat itu sedang berada di wilayah menara Eiffel yang terkenal. Ketika ia ingin membeli suvenir berupa gantungan kunci, Ibi datang dan menyelamatkannya dari tipu daya penjual gelap tersebut. Mulai dari situ, Ibi yang awalnya hanya orang asing kini malah selalu bersama Audy. Hingga Audy menyatakan...



"Ketemu kamu tidak ada di dalam skenario perjalananku. Tapi, di perjalananku sejauh ini, kamulah hal terbaik yang terjadi kepadaku"

Perjalanan yang dilakukan Audy dan Ibi mungkin akan membuat sebagian pembaca ingin melakukan Eurotrip juga. Ya kan?! Ini disebabkan deskripsi setiap kota yang cukup baik, sehingga kita seakan-akan ikut dalam perjalanan mereka. Saya saja setiap akan pindah kota harus mengambil jeda dulu. Bukan, bukan karena bosan dengan ceritanya. Tetapi karena masih betah di kota tersebut. Samalah kayak yang dirasakan para traveler, enggan lekas pindah ke tempat lain atau pulang karena masih betah bahkan jatuh cinta dengan tempat yang sedang disinggahi.

Untuk karakternya sendiri, Ibi is not my favorite. Manis sih memang. Tapi dia tidak bertanggung jawab dan dewasa dengan masalah hidupnya sendiri. Anehnya, ketika bersama Audy ia malah dewasa dan bertanggung jawab dengan menjaganya. Hih. Kalau Audy sih memang pada dasarnya polos-polos menggemaskan. Mungkin itu yang membuat Ibi jatuh hati kepadanya. Kalau dibandingkan dengan Syiana di Restart, Audy memang tidak se-witty dia. Sejak awal kak Nina memang pernah memberi tahu. Apalagi belum lama ini pernah mengungkapkan alasannya kenapa seperti itu di akun twitternya. Bukan karena menulis duet, ia lalu 'menahan' ciri khas dalam karakterisasi yang biasanya ia ciptakan. Intinya, ia memang ingin membentuk Audy seperti itu.

Dan memang, meskipun menulis duet, tidak berpengaruh bagi gaya menulis kak Nina dan bang Mahir. Keduanya tampil dengan gaya khasnya masing-masing. Untungnya, di dunia nyata mereka adalah pasangan. Jadi, kurang lebih saat membacanya saya membayangkan mereka berdua. Apalagi sepertinya panggilan 'pipi jelly' atau saat Ibi mengatakan 'Gelinding ajalah kamu. Biar cepet' memang nyata adanya. Eh. *ngumpet di balik punggung bang Mahir* 

Ohiya, ada yang bikin saya sebal dengan buku ini. Ternyata masih ada beberapa typo yang ditemukan. Walaupun sedikit dan nggak terlalu mengganggu, tetap saja kzl! Padahal pas baca naskah awalnya, sudah berusaha semaksimal mungkin biar nggak ada yang terlewat. Apa mau dikata, namanya juga manusia. Tempatnya salah. Semoga saja di cetakan selanjutnya bisa direvisi.

In the end, we're always waiting your new books. Buku duet maupun sendiri. 

Rating: 3.5 of 5 starts

Minggu, 05 April 2015

[Resensi] In A Blue Moon

Judul: In a Blue Moon

Pengarang: Ilana Tan

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 320 halaman

Harga: Rp 70.000,-









Actually, i'm not a fans of Ilana Tan. Pengalaman pertama saya dengan novel Ilana Tan adalah melalui Sunshine Becomes You (SBY). Itu pun karena booming-nya novel ini, jadi saya penasaran. Then i read it and that's it. I think it's just not my cup of tea. Terus saya penasaran lagi soalnya yang season series katanya ceritanya lebih menarik dari pada SBY, terutama yang berjudul Autumn In Paris. Berhubung terbit dengan cover baru dan di toko buku online kesayangan didiskon cukup besar (kalau nggak salah waktu itu diskon 50%), belilah saya si Autumn In Paris dan Summer In Seoul. Baca. Yaudah gitu aja. Nggak ada impresi yang membekas setelah membaca kedua novel tersebut. Tapiiii, ketika saya membaca In A Blue Moon, saya mendapatkan sensasi yang berbeda.

Jumat, 30 Januari 2015

[Resensi] Walking After You

Judul: Walking After You

Penulis: Windry Ramadhina

Penerbit Gagasmedia

Tebal: 328 halaman

Harga: Rp 50.000,-









Tidak sempat memantau linimasa twitter, mungkin membuat saya ketinggalan beberapa berita terkini. Baik itu berita dan kejadian yang lagi happening atau pun berita tentang buku-buku terbaru. Tapi ada untungnya juga, saya jadi terhindar dari hints yang suka diberikan penulis mengenai buku terbaru mereka. Hints yang buat saya terkadang mengurangi rasa greget ketika baca bukunya, juga meninggikan ekspektasi saya. Yang mana kalau jika seluruh ceritanya tidak semarik hints yang diberikan, alhasil cuma bisa bikin gigit jari alias kecewa.

Ketika akhirnya saya ada waktu luang, saya baru tahu kalau salah satu penulis favorit saya, Windry Ramadhina, telah melahirkan karya terbarunya. Buru-buru deh langsung beli. Waktu itu saya kebetulan pesan di toko buku scoop. Dan ternyataaaaaaa......dapat edisi yang bertanda tangan. Yeay! Emang sih waktu itu masih masa back order. Tapi saya nggak kepikiran dan nggak ngeh *karena langsung klik order tanpa memerhatikan detail lainnya*. Dan pas baca ada beberapa halaman yang hilang dan itu pas di bagian yang seru. Jadi kentang banget, aselik! Besoknya langsung deh ngacir ke toko buku, karena saking penasarannya! Mau ditukar ke penerbit pun selain lama, sayang karena itu ada ttd-nya. Walaupun harus beli lagi, tapi saya nggak menyesal kok. Karena ceritanya semanis gambar di sampulnya.

Kamis, 27 September 2012

[Resensi] I Ordered My Wife from the Universe



Judul: I Ordered My Wife from the Universe

Penulis: Stanley Dirga[radja

Tebal: 328 halaman

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Harga: Rp. 45.000,-










Teguh Pradana patah hati karena Tantri, kekasih yang sangat dicintainya ternyata berkhianat. Tantri adalah gadis pertama yang dicintai Teguh dengan serius dan sungguh-sungguh. Selama dua tahun mereka bersama, Teguh selalu memberikan apa yang Tantri mau. Selain itu, selama itu pula Teguh membatin bahwa ia tidak pantas untuk Tantri. Teguh merasa dengan berat tubuhnya yang tidak ideal (gemuk) tidak pantas bersanding dengan Tantri yang cantik. Akhirnya apa yang menjadi kecemasan Teguh terjadi juga. Semesta mendengar apa yang berbisik dari batinnya.

Dilihat dari deskripsinya, kayaknya sosok Teguh ini bukan tipe orang yang gemuk-gemuk banget deh. Mungkin lebih ke tinggi besar gitu kali ya. Sosok Teguh ini juga terlihat banget sebagai cowok metroseksual, dapat terlihat dari betapa 'banci' fashion-nya dia bahkan untuk urusan fashion perempuan sekali pun. Ditambah lagi banyaknya benda-benda bermerek yang menempel pada kesehariannya. Agak too much sih menurut saya.



Selasa, 25 September 2012

[Resensi] Dark Love

Judul: dark Love

Penulis: Ken Terate

Tebal: 248 halaman

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Harga: Rp. 40.000,-

Rating: 5 of 5 stars









Sudah lama saya tidak membaca teenlit. Terakhir kali teenlit yang saya baca adalah Jingga dalam Elegi karya Esti Kinasih, yang mana itu sekitar satu tahun yang lalu. Selain lagi suka baca metropop, rasanya kok agak malu ya baca teenlit, merasa nggak cocok aja gitu sama umur. Padahal kan banyak kisah remaja yang memang bagus untuk dibaca, terlepas kita masih atau sudah tidak dalam fase tersebut.

Kali ini saya ingin mengulas tentang novel teenlit berjudul Dark Love karya Ken Terate. Hmm.. siapa sih yang nggak kenal seorang Ken Terate? Karyanya sudah banyak di pasaran. Jadi bagi penggemar buku pasti sudah tidak asing dengan namanya. Tapi sayangnya, ini kali pertama saya baca buku yang ditulis olehnya *facepalm*. Ya sudahlah ya, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan? *mencari pembenaran*

Oke, langsung aja.

Minggu, 29 April 2012

[Resensi] The Hunger Games

Judul: The Hunger Games

Penulis: Suzanne Collins

Tebal: 408 halaman

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Harga: Rp 58000,-

Rating: 5 of 5 stars










Kali ini saya mau membahas tentang novel bergenre fantasi yang banyak orang bicarakan. Ya, apa lagi kalau bukan The Hunger Games. Tapi sebelumnya saya mau sedikit bercerita tentang hubungan saya dan novel fantasi. Sejujurnya saya bukan penggemar novel fantasi, sekalipun itu sekelas serial Harry Potter dan Twilight Saga. Pertama, karena harga novelnya mahal. Kedua, karena novelnya tebal, jadi belum apa-apa sudah malas baca duluan. Saya baca serial Harry Potter hanya buku pertama saja. Tapi tetap saja nggak terlalu mengerti apa yang diceritakan dalam buku tersebut. Untuk Twilight saga, ada cerita tersendiri. Waktu itu saya sedang berada di rumah kakak sepupu di Bogor. Kebetulan ia penyuka Harry Potter the series dan Twilight Saga, dan mengoleksi semua novel-novelnya. Saat saya sedang tidak ada kerjaan, saya iseng baca Twilight, ternyata yang di buku lebih seru dan romantis dibandingkan dengan filmnya. Saya hanya sempat baca beberapa bab saja. Setelah itu saya mencoba pinjam ke teman saya, tapi dia hanya punya yang berjudul Eclipse. Akhirnya saya baca sampai selesai. Walaupun begitu sampai sekarang belum kesampaian untuk baca Breaking Dawn -____-

Nah, balik lagi ke topik utama, The Hunger Games. Novel ini berceritaThe Hunger Games itu sendiri, yaitu permainan yang diselenggarakan oleh Capitol (pusat pemerintahan negara Panem) setiap tahunnya. Permainan ini dibuat agar masa kegelapan, yaitu masa di mana terjadinya pemberontakan distrik terhadap Capitol yang mengakibatkan hilangnya distrik 13. Aturan permainan ini adalah anak-anak yang sudah berumur 12 tahun wajib mencantumkan namanya sebagai wakil dari distriknya masing-masing. Kemudian setiap distrik akan mengirimkan 2 orang wakilnya, 1 orang anak perempuan dan 1 orang anak laki-laki. Pada The Hunger Games yang ke 74, dari distrik 12 anak perempuan yang terpilih adalah Primrose Everdeen. Namun seketika langsung digantikan oleh kakaknya, Katniss Everdeen. Sementara itu, anak laki-laki yang terpilih adalah Peeta Mellark. Anak laki-laki yang dulu dengan/tanpa sengaja melemparkan roti kepada Katniss di tengah guyuran hujan.

Dalam Hunger Games kali ini sedikit berbeda, karena wakil dari distrik 12, Katniss dan Peeta, mampu menarik perhatian penonton. Mulai dari pakaian yang mereka gunakan, maupun saat sesi wawancara. Pada kesempatan itu Peeta memberitahu isi hatinya bahwa ia menyukai seorang gadis, dan gadis itu adalah Katniss. Belum pernah sebelumnya dalam permainan, kedua wakil dari distrik yang sama terlibat kisah asmara. Namun karena kisah asmara inilah akhirnya Katniss dan Peeta mampu bertahan hidup sampai akhir permainan, dan dinyatakan sebagai pemenang. Lalu bagaimana cara mereka bertahan? Jawabannya ada dalam buku itu sendiri. Cepetan beli, kalau nggak punya uang pinjam punya teman, dan baca!


The Hunger Games adalah novel fantasi pertama yang sukses membuat saya tidak ingin meletakkannya sebelum saya sampai di halaman akhir. Dan buku ini juga sukses menempelkan ceritanya dalam benak saya. Setelah menamatkan buku ini, saya semakin nggak sabar untuk membaca seri keduanya, yaitu Catching Fire. Sungguh salut dengan Suzanne Collins. Dia sukses membawa saya hanyut dalam buku ini. Saya seolah merasakan dan bisa membayangkan bagaimana The Hunger Games is so wild. Karakter setiap tokoh dideskripsikan dengan jelas. Alur dan plotnya pun sangat bagus dan tidak terduga. 

Karena saya membaca buku ini yang berbahasa Indonesia, saya juga mau memberikan dua jempol untuk mbak Hetih Rusli sebagai penerjemah. Benar-benar hasil yang bagus, mbak. Naskah aslinya sangat baik diterjemahkan oleh mbak Hetih ke dalam bahasa Indonesia, tidak kaku. Dan selama membaca buku ini dari halaman pertama sampai halaman akhir, saya hanya menemukan satu typo dan itu pun di halaman terakhir, yaitu pada baris keempat. Di sana tertulis "menjelasakan" yang seharusnya adalah "menjelaskan".

Sekali lagi, kerja yang bagus telah dilakukan oleh Collins dan mbak Hetih! :)

Quote of the book:
"Bukan sifatku untuk kalah tanpa bertarung, bahkan saat kemungkinan untuk menang tampak begitu tipis. -Katniss” 

Selasa, 10 April 2012

[Resensi] Three Weddings and Jane Austen


Judul: Three Weddings and Jane Austen

Penulis: Prima Santika

Tebal: 464 halaman

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Rating 3 of 5 stars











Punya anak perempuan, apalagi lebih satu, memang tidak mudah. Hal inilah yang dirasakan oleh Ibu Sri, ibu dari Emma, Meri dan Lisa. Memiliki 3 anak perempuan bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh Ibu Sri. Beliau harus mengajari dan menjaga mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah. Belum lagi, ketiga anaknya sudah berusia matang namun belum ada satu pun yang menikah. Tentu saja ini membuat ibu Sri senewen.

Ibu Sri ini sangat menggemari novel-novel karya Jane Austen. Bahkan nama anak-anaknya pun diambil dari tokoh yang ada dalam novel penulis favoritnya. Ia berharap anak-anaknya akan memiliki karakter yang sama dengan yang ada pada tokoh tersebut.selain hobi membaca novel karya Jane Austen, ibu Sri juga hobi berbagi penggalan cerita dari novel itu saat beliau menasehati ketiga anaknya. Kadang dari novel Pride and Prejudice, sekali waktu tentang Persuasion, di kesempatan lain mengenai Sense and Sensibilty, dan semua novel Jane Austen pun tak luput untuk dibahas pada anaknya. Tak jarang ibu Sri melakukannya berulang kali hingga  Emma, Meri dan Lisa pun bosan mendengar celotehan ibunya yang melulu tentang novel-novel Jane Austen.

Namun semuanya berubah ketika Emma, Meri dan Lisa benar-benar bermasalah dalam percintaannya. Mereka yang selama ini menolak membaca karya Jane Austen yang sering diminta oleh ibunya, kini dengan sukarela membaca salah satu novel penulis favorit ibunya yang sesuai dengan masalah mereka masing-masing. Setelah membaca novel tersebut, kehidupan Emma, Meri dan Lisa pun berubah. Ini membuat Ibu Sri amat senang. Karena ia telah menunaikan kewajibannya sebagai orang tua dari 3 anak perempuannya.
Seperti itulah kira-kira synopsis dari novel Three Weddings and Jane Austen karya Prima Santika. Cukup menarik, karena penulis dengan pandai mengutip isi dari buku-buku Jane Austen yang sesuai dengan konflik yang terjadi pada novel. Selain itu, sangat terasa unsur Jawa dalam novel ini. Hal tersebut dapat terlihat dari bagaimana tindak-tanduk keluarga ibu Sri, terutama pada ketiga anak perempuannya, khusunya Emma. Di mana, Emma merupakan sosok perempuan yang selalu menampilkan senyum dan pandai menutupi kesedihan atau kegelisahan yang sedang ia rasakan. Emma juga selayaknya perempuan jawa pada umumnya, ia akan menunggu pria yang dicintainya mengatakan cinta terlebih dahulu padanya.


Senin, 05 Maret 2012

[Resensi] Ti Amo, Tia Amoria



Judul : Ti Amo, Tia Amoria

Penulis: Karla M. Nashar

Tebal : 344 halaman

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Rating: 4 of 5 stars










Bagi kalangan pecinta novel metropop mungkin nama Karla M. Nashar sudah tidak asing lagi. Novel metropopnya yang sudah terbit terlebih dahulu berjudul Bellamore dan Love, Hate and Hocus-Pocus. Serupa dengan Bellamore, kali ini Karla memilih karakter pria utama yang berasal dari Italia.

Pria tersebut bernama Marco Dantè. Marco digambarkan sebagaimana lazimnya pria Italia, tampan. Ia selalu melindungi matanya dari sinar matahari dengan menggunakan kacamata hitam. Tatapannya yang selalu memuja wanita membuat para kaum hawa yang melihat ke dalam mata birunya menjadi terpesona, tersanjung dan membuat lutut lemas seketika. Namun, sudah dua tahun ini penampilannya terlihat eksentrik jika tidak ingin dibilang aneh. Dua tahun lalu setelah ditinggal tunangan yang telah mengkhianatinya, kehidupan Marco otomatis berubah. Ia memilih untuk memanjangkan rambut dan jenggotnya, tiba-tiba menjadi perokok, dan memiliki kebiasaan unik yang dilakukannya untuk membuat pikirannya tidak mengingat hal yang sebenarnya sangat ingin ia lupakan. Seperti saat itu, ia menghitung ubin di ruang tunggu bandara, menghitung dan memungut karet gelang yang ia temukan untuk kemudian ia ikatkan pada rambut dan jenggotnya. Ia tidak menyadari bahwa ada makhluk mungil yang memperhatikannya, sampai si makhluk kecil itu berdiri di hadapannya. Seorang anak perempuan berwajah manis dan sambil tertawa lucu ia menghitung ikatan di kepala dan jenggot Marco. Makhluk kecil bernama Alila tersebut harus pergi saat sebuah tangan keriput menjulurkan tangan dan menariknya pergi. Siapa sangka anak kecil yang hanya dianggap sebagai 'alien' malah akan menjadi bagian hidup Marco nantinya.


Jumat, 02 Maret 2012

[Resensi] (Film) Negeri 5 Menara

Tadi siang, saya akhirnya berkesempatan menonton film Negeri 5 Menara. Dari jauh-jauh hari, saya sudah mempersiapkan adanya kemungkinan bahwa film ini tidak lebih bagus dari bukunya. Sangat wajar toh ketika kita menonton sebuah film yang diadaptasi dari novel, kita akan membandingkan adegan apa yang ada di buku dan di kepala kita? Ya, benar! Membandingkan dengan imajinasi di kepala yang terbentuk saat kita membaca bukunya. Dan tentunya, setiap orang akan mempunyai imajinasi yang berbeda sehingga mereka akan membuat 'film' sendiri dalam benaknya.

Bukan hal yang mudah mengadaptasi novel menjadi sebuah film. Banyak adegan yang harus dipilih dengan seksama untuk dimasukkan ke dalam film. Tentunya tidak semua adegan dapat dipilih mengingat durasi yang tidak memungkinkan. Sehingga tak jarang beberapa adegan akan 'dipadatkan' atau malah sama sekali ditiadakan.

Begitu pula dengan yang terjadi pada film Negeri 5 Menara. Tapi berhubung saya membaca novel ini sekitar 3 tahun lalu, saya lupa-lupa ingat (lupa-lupa ingat bukan ingat-ingat lupa, karena saya memang banyak lupanya daripada banyak ingatnya. doh!) akan setiap adegan dalam buku tersebut. Tetapi kalau tidak salah ada adegan di mana para santri mendapat tugas untuk menjalani ronda malam karena keadaan pondok yang tidak aman saat itu. Kalau memang benar adegan ini ada di buku (karena saya takut tertukar bahwa adegan ini ada di  buku Ranah 3 Warna), adegan ini tidak ada di dalam film.Masih bisa dimaklumi karena adegan tersebut memang tidak terlalu krusial.


Rabu, 29 Februari 2012

[Resensi] Nasional.is.me

Judul: Nasional.is.me

Penulis: Pandji Pragiwaksono

Tebal: 330 halaman

Penerbit: Bentang Pustaka

Rating: 5 of 5 stars 










Mungkin anda merasa jengah dengan keadaan Indonesia dan mempunyai keinginan untuk pindah dan tinggal di luar negeri. Dengan keadaan Indonesia yang seperti saat ini, mungkin anda juga menjadi pesimis bahwa Indonesia bisa berubah. Namun setelah anda baca Nasional.is.me karya Pandjii Pragiwaksono, ke-pesimis-an anda akan berubah menjadi optimis.

Dalam buku ini, Pandji membeberkan sejumlah fakta unik. Mulai dari ketidaksempurnaan negara Amerika yang selama ini kita anggap sempurna. Ya, siapa sangka Amerika-si-negara-adidaya ini punya kelemahan juga. Lalu,  kita juga diajak Pandji untuk berkeliling ke daerah-daerah di Indonesia untuk melihat keindahan alamnya, agar kita juga tahu bahwa Indonesia itu luas serta bukan tempat yang anda tinggali saja dan Jakarta yang menjadi bagian dari Indonesia. Selain itu, Pandji juga menceritakan secuil tentang sejarah Indonesia yang mungkin selama ini tidak pernah kita baca dalam buku pelajaran sejarah di sekolah. Dan inti dari buku ini yang sebenarnya adalah Pandji mengajak kita untuk menemukan passion kita, yang kemudian passion tersebut bisa kita gunakan untuk mengubah keadaan Indonesia menjadi lebih baik lagi.


Minggu, 12 Februari 2012

[Resensi] I Hate Rich Men

Judul: I Hate Rich Men

Penulis: Virginia Novita

Tebal: 288 halaman

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Rating: 4 of 5 stars











Miranda adalah seorang wanita berusia 35 tahun. Namun demikian, penampilannya yang easy going membuat dia terlihat 10 tahun lebih muda dari usia sebenarnya. Dia memiliki bisnis berupa butik dan restoran. Karena kejadian di masa lalunya, saat ini membenci pria kaya. Sampai suatu hari, Adrian Aditomo sang Bachelor of The Month masuk ke dalam kehidupannya.

Semuanya bermula saat Adrian menculik dan mengatakan bahwa "Adik anda telah merebut tunangannya?". Miranda tentu heran, mana mungkin Nino-nya yang masih tujuh belas tahun merebut tunangan seorang pria yang berumur hampir 40 tahun? Mustahil Nino berpacaran dengan seorang tante-tante. Untuk membuktikan tuduhan tersebut, Miranda menyetujui usul Adrian untuk memata-matai Nino yang sedang liburan di Bali teman-temannya dan juga tunangan Adrian.

Selama 9 hari mereka melakukan pengintaian, sedikit-banyak telah menimbulkan perasaan pada diri mereka masing-masing. Sampai akhirnya Adrian mengetahui bahwa Miranda adalah ibu dari seorang anak yang akan kuliah. Bagaimanakah perasaan Adrian? Apakah ia tetap berusaha untuk mendapatkan Miranda setelah mengetahui status dan masa lalunya?


Sabtu, 21 Januari 2012

[Resensi] Negeri Van Oranje




Judul: Negeri Van Oranje

Penulis: Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi,           
             Rizki Pandu Permana

Tebal: 478 halaman

Penerbit: Bentang Pustaka





Banjar seorang marketing manager perusahaan rokok terkenal di Indonesia.
Wicak adalah anggota  salah satu LSM internasional yang bergerak di bidang illegal logging.
Daus, putra betawi asli dan bekerja di departemen Agama padahal ia adalah lulusan Sarjana Hukum UI.
Geri terlahir sebagai anak sulung keluarga middle class di bandung.
Lintang menyandang gelar sarjana sastra namun ia juga sering menjadi pengisi acara sebagai penari, baik di dalam maupun luar negeri.

Kelima orang di atas datang ke Belanda dengan alasan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama yaitu mencari ilmu di negeri kincir angin tersebut. Semuanya bermula saat mereka dipertemukan di stasiun kereta Amersfort  saat terjebak badai yang membuat perjalanan kereta ditunda beberapa jam. Rokok kretek membuat mereka akhirnya berkumpul dan diselingi tawa akhirnya masing-masing berbagi cerita mengapa bisa terdampar di Belanda. Momen tersebut membawa mereka ke dalam ikatan persahabatan yang dinamakan Aagaban (Aliansi Amersfort Gara-gara Badai di Netherlands).


Selasa, 30 November 2010

Lukisan Hujan


Sinopsis

Amor es mentira (Cinta itu Bohong).
Ya, Diaz percaya bahwa cinta itu bohong. Diaz patah hati karena ternyata sang pacar, Anggia, mengkhianatinya.
Tapi semuanya mulai sedikit berubah ketika seorang gadis mungil bernama Sisy masuk ke dalam kehidupan Diaz. Rumah Sisy yang ternyata bersebelahan dengan rumah Diaz, membuat mereka dekat. Apalagi Diaz menawarkan diri menjadi abang Sisy menggantikan Tezar (almarhum kakak Sisy). Maka sejak itu, resmilah mereka menjadi abang adik. Dalam hubungan abang adik ini sering terjadi percekcokan antara Diaz dan Sisy. Hal ini disebabkan karena perbedaan sifat yang dimiliki oleh keduanya.
Sikap Diaz yang ketus, dingin dan tempramental tidak membuat Sisy gentar, malah membuat Sisy bertahan untuk tidak pergi. Karena Sisy yakin dibalik sikap Diaz yang demikian terdapat sosok Diaz yang sangat baik dan peduli. Begitupun dengan Diaz, Sisy yang cerewet, ceroboh, serta selalu ingin tahu, tidak membuat Diaz mundur untuk menjadi abangnya. Di balik sikap Sisy yang seperti itu, tanpa Diaz sadari Sisy telah menularkan keceriaan dan memberikan warna dalam hidupnya.Mereka saling melengkapi hingga orang-orang tidak percaya bahwa mereka hanya sekedar abang adik.
Namun semakin hari, semakin dekat Diaz dan Sisy. Mereka menyadari ada 'sesuatu' selain hubungan abang-adik yang mereka jalani saat itu. Kehadiran Anggia dan Mirelle dalam hidup Diaz membuat Sisy sedih dan menyadari bahwa ia tidak ingin kehilangan Diaz. Hal serupa dirasakan oleh Diaz. Diaz tidak ingin melepas Sisy dan tidak terima saat mengetahui Igo, sahabatnya, ternyata menyukai Sisy.
Mereka terjebak dalam perasaan masing-masing. Hingga suatu hari Diaz sudah yakin dengan perasaannya dan ia memberanikan diri meminta Sisy untuk menjadi pacarnya. Sisy yang sudah mantap dengan perasaannya pun lalu mengiyakan ajakan Diaz. Sejak saat itu mereka resmi menjadi sepasang kekasih.
Tapi ternyata keluarga Sisy harus pindah ke San Fransisco. Hal ini menbuat masa pacaran mereka semakin sedikit. Namun mereka tidak ingin menyesalinya, justru mereka selalu menghabiskan hari-hari yang tersisa dengan melakukan hal yang indah sebelum Sisy pergi. Akhirnya Diaz harus merelakan Sisy pergi dan berjanji untuk selalu menunggunya.
Sekarang Diaz percaya bahwa Amor es esperanza (Cinta itu harapan).
Kelebihan
Sitta Karina mampu menuliskan cerita remaja dengan gaya bahasa yang dewasa tapi tidak menggurui dan mengemasnya dengan apik. Saat membaca Lukisan Hujan emosi saya seperti diaduk-aduk,kadang seneng,kadang sedih dan ending dari cerita ini yang tidak saya sangka! Selain itu di dalam novel ini terdapat banyak percakapan dalam bahasa Inggris dan bahasa Spayol, hal ini merupakan pengetahuan tambahan yang sangat bermanfaat bagi saya, khususnya dalam mempelajari bahasa Inggris.
Kekurangan
Ada satu bagian yang menurut saya tidak sinkron yaitu saat Diaz dan Sisy berada di parkiran Pizza Mania (hal 40-41). Kalimat: “ Sisy katanya pengen punya kakak cowok ya..pengganti Tezar?” Diaz menyalakan mesin mobilnya, lalu menyetel wiper. Kemudian beberapa kalimat berikutnya: “Makasih ya, Diaz,” ucap Sisy menggandeng tangan Diaz seraya menyusuri parkiran mobil yang sudah mulai sepi. Dua kalimat tersebut saya ulang berkali-kali,karena saya khawatir saya hanya salah membaca, tapi ternyata menurut saya memang ada kesalahan sehingga cerita tersebut sedikit tidak sinkron. Untuk selanjutnya mohon lebih diperhatikan lagi hal-hal seperti itu.
Quotes from Lukisan Hujan
"Cewek kalau cantik terus pinter, punya nilai plus tuh. Biar gak gampang dibegoin cowok!"
"Kalau diberi kesempatan mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh, mengapa kita harus mengkhianatinya?"
Kenapa Lukisan Hujan?
Dari sekian banyak buku Sitta Karina yang telah saya baca, saya memilih Lukisan Hujan untuk dibuat reviewnya pertama kali, karena novel ini yang pertama kali saya baca di antara sekian banyak novel Sitta Karina. Jadi, Lukisan Hujan tuh kayak cinta pertama saya. Karena Lukisan Hujan saya jatuh cinta sama semua novel Sitta Karina. Karena Lukisan Hujan saya jatuh cinta sama Hanafiah, terutama pasangan Diaz dan Sisy. Karena Lukisan Hujan saya jatuh cinta sama aikido dan ngidam untuk bisa aikido. Saya masih ingat waktu itu saya menyelesaikan Lukisan Hujan beberapa menit sebelum Ujian Praktek lari keliling lapangan :D
my collections of Sitta Karina's books

*ps: kalo bisa Lukisan Hujan ataupun novel-novel mbak Arie yang lain gak usah diadaptasi dalam bentuk film, karena tokoh-tokoh yang ada dalam novelmu itu terlalu sempurna dan saya gak yakin ada orang yang seperti itu dalam dunia nyata. Jadi, daripada berbeda dengan apa yang selama ini saya atau bahkan pembaca lain bayangkan yang nantinya bisa membuat kita kecewa, lebih baik biar saja itu semua menjadi 'film' dalam imajinasi kita masing-masing :)


with
hanun


-Terpilih menjadi salah satu pemenang lomba blog review yang diadakan oleh mbak Sitta Karina