Kamis, 15 Desember 2011

Catatan Mahasiswa Tingkat Akhir (Part 1)

Tingkat pertama:
Baru jadi mahasiswa jadi rajin ke kampus. Masih excited dalam menjelajah kampus. Selain itu, mulai daftar jadi anggota BEM atau UKM. Siklus hidupnya jadi KURA-KURA alias KUliah Rapat- KUliah RApat.
Tingkat kedua:
Masih semangat di BEM atau UKM mumpung masih ada jatah jadi anggota.
Tingkat ketiga:
Udah nggak aktif di BEM dan UKM. Mulai memperbaiki nilai-nilai yang merosot di tingkat pertama dan kedua.
Tingkat keempat:
Mulai malas ke kampus karena bosan dengan bahan pembicaraan tentang skirpsi dan jodoh yang itu-itu melulu. Ceritanya sih merasa tersindir.
Tingkat keempat akhir:
Panas sama teman-teman yang sudah selesai skripsi, bahkan ada yang sudah sidang, jadi semangat lagi ke kampus.


Catatan di atas berdasarkan hasil pengamatan saya terhadap...diri saya sendiri. Hehehe. Jadi jangan digeneralisasi :p


with ♥
hanun

Kamis, 24 November 2011

Jendela adalah Televisi

 Jendela adalah lubang yang dapat ditutup sebagai tempat keluar masuknya udara. Tapi tahukah kalian bahwa fungsi jendela bukan itu saja? Jendela itu seperti televisi. Di mana, jika kita melihat keluar jendela maka kita akan mendapatkan berbagai macam adegan.


Jendela adalah televisi. Pagi hari melalui jendela kamar, saya melihat ibu yang sedang asik menyirami koleksi tanaman mawar miliknya di kebun belakang rumah kami.

Jendela adalah telivisi. Saat pulang sekolah ketika matahari sedang terik-teriknya, saya menengok ke arah jendela ruang tamu dan mendapati seorang nenek tua yang sedang berjalan tertatih-tatih membawa tumpukan sapu lidi jualannya.

Jendela adalah televisi. Sambil menyesap teh hangat dan membaca novel, saya tertarik dengan keributan terjadi di luar. Seketika saya mengintip dari balik jendela, ternyata sekumpulan anak kecil sedang asik menyanyikan lagu baru salah satu girlband lengkap dengan tariannya!


Senin, 21 November 2011

50 Ucapan Terima Kasih untuk Ibu


Rasanya sudah lama saya dan adik tinggal berdua. Tapi ternyata setelah saya lihat kalender, baru 3 bulan saya menjalaninya. Ya, saat ini saya tinggal berdua bersama adik yang kebetulan kuliah di kampus yang sama. Sebenarnya bukan ide yang buruk tinggal bersama dia. Namun setelah menjalani selama 3 bulan ini saya dapat merasakan bahwa tidak mudah menjadi seseorang yang hidup untuk dua orang. Maksudnya, sekarang saya tidak hanya hidup untuk diri sendiri saja, tetapi juga hidup untuk adik. Saya tidak bisa seenaknya makan tanpa memikirkan apakah adik saya sudah makan atau belum. Saya juga harus memastikan bahwa makanan yang kami makan adalah makanan yang sehat. 

 Belum lagi saya harus menjaga kesehatan, karena jika saya sakit entah bagaimana nasib adik saya.
Selama 3 bulan ini saya selalu teringat akan ibu. Ibu yang hidup untuk kami; bapak, saya, adik dan dirinya sendiri. Seolah saya tersadarkan bahwa apa yang selama ini ibu lakukan adalah bukan hal yang mudah. Bila saya merasa lelah dan capek, sungguh yang ingin saya lakukan adalah berada di dekat ibu dan memeluknya lalu berkata “terima kasih karena selama ini telah menjadi orang yang kuat untuk kami”.

Di usia yang sudah setengah abad ini, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih pada beliau.


Minggu, 30 Oktober 2011

Oktober 2011





Tidak terasa lusa sudah memasuki bulan baru, November
Sepertinya baru kemarin saya tidak sabar menunggu kedatangan Oktober
Hm… Oktober tahun ini begitu datar sekali
Tidak ada yang membuat perut saya digelitiki kupu-kupu karena membaca sebuah pesan ulangtahun tepat pukul 00.00
Tidak ada yang membuat muka saya bersemu merah saat membaca satu per satu ucapan ulangtahun di semua situs jejaring yang saya miliki
Tidak ada kejutan di sepanjang hari ulangtahun saya
Semuanya terasa datar
Flat
Plain
Mungkin itu tandanya, saya perlu waktu sendiri, benar-benar sendiri untuk merenungi perjalanan saya selama 21 tahun ini
Mungkin itu tandanya, saya harus berduaan saja dengan Tuhan, mengucap beribu-ribu syukur pada-Nya
Mungkin itu tandanya, merayakan ulangtahun seorang diri bukanlah suatu ide yang buruk
Namun…
Terlepas dari itu semua saya mengucapkan banyak terimakasih
Terimakasih untuk semua orang yang sudah menyempatkan diri  mengetik sebuah pesan ucapan selamat ulangtahun untuk saya
Terimaksih untuk semua doa yang kalian panjatkan dan mengalir untukku
Terimakasih untuk ibu yang menelepon saya pukul 1 dinihari dan memanjatkan doa-doanya diiringi isak tangisnya dan isak tangisku
Terimakasih Tuhan karena Oktober tahun ini saya tidak perlu masuk rumah sakit seperti tahun lalu
Terimakasih untuk segalanya
Terimakasih
Semoga tahun depan masih bisa merasakan oktober lagi
Oktober yang lebih baik dan indah :)





with ♥
hanun

Jumat, 28 Oktober 2011

Sumpah Pemuda

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :

- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA


Hari ini, tanggal 28 Oktober 2011, tepat 83 tahun kita memperingati Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda ada bukan untuk diperingati semata, tapi juga untuk dimaknai. Lalu bagaimana kita memaknai Sumpah Pemuda? Kalau dalam kacamata saya, saya memaknai Sumpah Pemuda sebagai berikut: